Menengok Little Netherland di Kota Lama Semarang

Kota Semarang terkenal dengan kuliner khasnya. Namun, di Semarang juga terdapat obyek wisata yang dapat kita jadikan referensi untuk berlibur. Salah satu obyek wisata di Semarang yaitu Kota Lama Semarang atau dapat kita sebut sebagai Little Netherland.

Little Netherland

Kota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Kota Lama Semarang adalah tempat obyek wisata sejarah yang memiliki kisah tentang asal mula keberadaan sebuah benteng pertahanan yang dibangun Belanda pada masa penjajahan. Banyak berdiri bangunan – bangunan kuno yang eksotis dan megah, yang merupakan peninggalan Kolonial Belanda, yang meninggalkan banyak cerita. Salah satu bentengnya adalah benteng Vijfhoek yang keberadaannya kini sudah hilang sejak dihancurkan pada tahun 1842.

Di sekitar Kota Lama dibangun kanal – kanal air yang keberadaannya masih dapat disaksikan higga kini, meski tidak terawat. Hal ini yang menyebabkan Kota Lama Semarang mendapat julukan Little Netherland. Lokasinya yang terpisah dengan lanskap mirip kota di Eropa serta kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama seperti Belanda di Semarang.

Salah satu bangunan yang wajib dikunjungi saat mengunjungi Kota Lama Semarang yaitu Gereja Blenduk yang sudah berusia lebih dari dua setengah abad. Gereja ini memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi Landmark Kota Semarang.

Ada lagi namanya adalah jembatan Bentok Semarang yang merupakan jembatan penghubung antara Kota Lama dan tanah pribumi yang terletak di bagian barat. Di area ini terdapat beberapa benteng yang di bangun untuk mencegah serangan pribumi pada masa lalu untuk dapat bisa masuk ke wilayah komunitas Belanda. Di seberang Gereja Benduk terdapat Gedung Kuno yang menjadi kantor asuransi yang biasa disebut sebagai Gedung Jiwasraya, dan di sebelah baratnya terdapat Restoran Ikan Bakar Cianjur.

Kota Lama Semarang sendiri dirancang untuk menjadi pusat pemerintahan Belanda pada masa penjajahan dulu, maka tidak heran jika kita mengunjungi tempat wisata Kota Lama Semarang ini kita menemukan gedung-gedung perkantoran, restoran, hotel dan pusat keagamaan. Dan tak kalah menarik adalah Gedung Marabunta denga ornamen semut raksasa di atapnya. Di tempat ini pernah dilangsungkan sebuah pertunjukkan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari. Ada juga pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawat dengan nuansa merah putih, Pabrik Rokok Praoe Lajar. Ada juga Stasiun Tawang dengan gaya arsitektur indis yang masih dioperasikan hingga sekarang. Di depannya terdapat Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pusat pengendali banjir dan penampungan air sebelum dialirkan ke laut.

Sebuah gedung putih bergaya arsitektur indische dua lantai yang menjadi perkantoran Bank Mandiri menyambut kehadiran kita pada saat melintas di atas jembatan Berok Kota Lama Semarang. Di arah Timur, kita akan menemukan dinding yang nampak dengan warna putih kokoh diikuti alur jendela yang membentuk setengah lingkaran. Tidak jauh dari lkasi bangunan yang masih terdapat di area kawasan kota lama Semaraang, dapat juga ditemukan sebuah bangunan tua yang eksotis nan indah.

Nilai potensi destinasi yang terdapat di Kawasan Kota Lama Semarang ini bia di olah dengan baik, maka kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Tata letak bangunan tua yang terawat dengan baik, dan kebersihan penampilan gedung yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta travelling dan tentunya pecinta photography yang banyak menyambangi kawasan tempat wisata Kota Lama Semarang ini.

Apabila Anda ingin berwisata ke Kota Semarang, dan bingung untuk masalah transportasi, Anda tidak perlu khawatir karena Kota Semarang yang merupakan kota terbesar ke-5 di Indonesia memiliki akses yang cukup mudah dijangkau. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, bahkan menyewa mobil di beberapa rental mobil di Semarang. Salah satu rental mobil di Semarang yang memiliki kredibilitas tinggi adalah Semberani Rental Mobil Jogja. Anda bisa mendapatkan pelayanan terbaik di rental ini. Mobil yang digunakan rental ini selalu dirawat penggunaannya, sehingga akan nyaman saat digunakan. Sedangkan driver-nya profesional serta sangat memahami lokasi-lokasi wisata yang ada di Kota Semarang. Anda hanya tinggal duduk manis menikmati perjalanan saja.

Berburu Oleh-oleh di Kota Lama Semarang

Siapa tidak kenal wingko, kue manis yang berbahan dasar kelapa yang kini menjadi ikon oleh-oleh kota Semarang. Wingko babat sebenarnya berasal dari kota Babat, Jawa Timur. Awalnya kue ini dipopulerkan oleh Nyonya Mulyono yang merantau di kota Semarang. Beliau membawa resep dari kota asalnyadi Jawa Timur, Babat. Setiba di semarang, makanan ini pun sedikit berubah terutama dari segi ukurannya.

kota lama semarang

Wingko Babat yang populer di Semarang berbentuk lingkaran-lingkaran kecil yang dibungkus dengan kertas. Tentunya agar lebih praktis sebagai makanan oleh-oleh sekali santap.

Saat pertama kali dibuat, wingko hanya dijajakan di sekitar Stasiun Kereta Api Tawang, yang waktu itu (sekitar tahun 1941) merupakan satu-satunya “Pasar Oleh-Oleh”. Ketika mulai semakin terkenal, barulah wingko tersebut diberi merk Kereta Api dengan gambar kereta api yang khas pada bungkusnya. Gambar kereta tersebut mendapatkan ide dari sampul “Buku Saran’ yang dulu disediakan di kereta makan, atau disebut gerbong retorasi.

Lokasinya belum berpindah sejak pertama berdiri yaitu di Oosterwal Straat 14 yang kemudian berubah menjadi Jalan Purwodinatan Timur, namun kini lebih dikenal sebagai Jalan Cendrawasih, yang berlokasi di Kota Lama. Semakin banyaknya pelanggan membuat toko oleh-oleh ini juga menerima titipan jenis makanan khas daerah, sehingga Wingko Babat Cap Kereta Api yang berawal dari usaha rumahan kini tumbuh menjadi Toko Oleh-Oleh Semarangan.

Seiring berjalannya waktu, produk wingko babat sendiri terus berkembang, kini kita juga bisa menjumpai varian rasa lainnya yaitu durian, nangka, pisang, dan coklat. Harganya bervariasi mulai dari Rp 3700 hingga Rp 4500.

Tidak jauh dari Toko Wingko Babat Cap Kereta Api, kita bisa berjalan-jalan menuju sekitar Gereja Blenduk. Berbagai bangunan tua di sana kini sudah menjadi cafe atau restoran yang bernuansa klasik seperti Tekodeko, Spiegel Bistro, hingga yang berkonsep semi tradisional seperti Angkringan Blendoek.

Di antara eksotisme bangunan kota lama tersebut kita bisa menemukan berderet-deret tenda yang menjual aneka koleksi barang antik, tepatnya di samping taman Sri Gunting. Di sana kita bisa membeli aneka barang yang bernuansa masa lalu. Dari setrika tua, hiasan dinding, mainan, poster-poster iklan jaman dahulu, bahkan tabloid yang terbit 15 hingga 20 tahun yang lalu. Wow!

Tidak jauh dari Gereja Blenduk, kita bisa bersantai ria menikmati pemandangan matahari tenggelam sambil makan wingko babat di tepi Polder Tawang, yang lokasinya berada persis di depan Stasiun Tawang. Di sore hari tempat ini biasa digunakan warga sekitar untuk bersantai bahkan memancing ikan. Ternyata sekali hal menarik yang bisa kita temukan di kota lama.

Apabila Anda ingin berwisata ke Kota Semarang, dan bingung untuk masalah transportasi, Anda tidak perlu khawatir karena Kota Semarang yang merupakan kota terbesar ke-5 di Indonesia memiliki akses yang cukup mudah dijangkau. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, bahkan menyewa mobil di beberapa rental mobil di Semarang. Salah satu rental mobil di Semarang yang memiliki kredibilitas tinggi adalah Semberani Rental Mobil Jogja. Anda bisa mendapatkan pelayanan terbaik di rental ini. Mobil yang digunakan rental ini selalu dirawat penggunaannya, sehingga akan nyaman saat digunakan. Sedangkan driver-nya profesional serta sangat memahami lokasi-lokasi wisata yang ada di Kota Semarang. Anda hanya tinggal duduk manis menikmati perjalanan saja.

 

Kota Lama, Peninggalan Belanda di Semarang

Saat berkeliling kota bersama rental mobil Semarang dan melintasi daerah Bandarharjo, Semarang Utara, Anda akan bertemu sebuah lokasi yang bernuansa Belanda. Banyak sekali bangunan kuno khas Belanda. Daerah yang pernah menjadi lokasi pendudukan Belanda di abad ke-18 ini pun dijuluki “Little Netherland”.

Sebagaimana Kota Tua yang terdapat di Jakarta, Kota Lama juga menjadi salah satu sasaran utama bidikan kamera dari para pencinta fotografi. Mulai dari bangunan, tanaman-tanaman yang ada, juga bentuk jalan, semua bergaya Belanda. Bahkan beberapa film layar lebar pun memanfaatkan suasana tempat ini.

rental mobil kota lama semarang

LITTLE NETHERLAND. Kota Lama di Semarang merupakan peninggalan kolonial Belanda.


Continue reading