5 Trik Hemat BBM Sebelum Perjalanan

Menyikapi kenaikan BBM, Jusri Pulubuhu, Praktisi & Pemerhati Road Safety – Lead Driving & Motorcycle Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) – Crash Free International memberikan tipsnya untuk menghemat BBM.

Sebelum melakukan Perencanaan Perjalanan, kita harus mengenal konsep perilaku Eco Driving/Riding. Konsep tersebut merupakan kombinasi perilaku pra-perjalanan dan teknik mengemudi ekonomis. Sebuah cara mengemudi yang menghasilkan penghematan konsumsi BBM, pengurangan emisi gas buang, pengurangan polusi udara, menambah umur pakai part, dan pengurangan potensi risiko kecelakaan.

Ini dapat terlihat dari perilaku pengemudi/pengendara yang dapat memaksimalkan fitur-fitur teknologi yang tersedia pada kendaraannya, mengemudi dengan halus, dan nyaman. Jika kesemuanya ini dilakukan dapat menghemat konsumsi BBM sampai 5 hingga10 persen.

Berikut tips dan trik yang dapat dilakukan untuk melakukan Perencanaa Perjalanan:

1. Kepentingan

Biasakan bertanya kepentingan sebuah perjalanan yang akan dilakukan, bisakah diganti dengan opsi menelpon atau diganti dengan opsi mengirimkan SMS, email, BBM-an (Blackberry messenger).

Jika memungkinkan ditunda pada jam-jam yang tidak sibuk, menghindari kemacetan ketimbang harus bertemu atau melakukan perjalanan pada saat tersebut. Intinya urgensi sebuah perjalanan harus menjadi pertimbangan.

2. Kendaraan

Mulai membiasakan untuk menetapkan selain kendaraan pribadi, moda transportasi umum, transportasi perusahaan (shuttle) sebagai opsi. Moda transportasi umum dalam kota yang kian memadai seperti Trans Jakarta, KRL, shuttle bus sudah dapat menjadi pertimbangan bagi rute-rute komuter (rumah – kantor pp) dapat dipilih sesekali.

Jika fleksibilitas moda transportasi umum tersebut terbatas maka, kendaraan pribadi dapat menjadi opsi terakhir. Sebaiknya Anda mempertimbangkan fasilitas shuttle bus yang disediakan perusahaan, walaupun konsekuensi terbatasnya fleksibilitas harus menjadi pilihan.

3. Rute

Jika opsi terakhir kendaraan pribadi adalah opsi terbaik, maka biasakan untuk memilah-milah rute untuk memilih jalan terbaik. Kadang rute melebar dengan jarak yang lebih panjang memberikan hasil ekonomisasi pada konsumsi BBM kendaraan.

Rute sepi dan lenggang akan memberikan penghematan BBM ketimbang rute pendek namun memiliki waktu tempuh lebih lama, beban kerja mesin semakin berat. Rute stop and go di dalam kota akan menguras energi mesin lebih besar yang berdampak konsumsi BBM meningkat.

4. Waktu

Waktu vs kemacetan seakan 11 – 12. Anda harus memperhatikan jam-jam sibuk pada rute komuter Anda ataupun pada rute perjalanan yang akan dilalui. Memelihara kebiasaan ini akan sangat menguntungkan baik dari ekonomisasi BBM maupun tindakan antisipasi terhadap peluang kecelakaan.

5. Sharing

Memulai untuk mempertimbangkan kebiasaan sharing transportasi pada rute-rute komuter (rumah – kantor, rumah – sekolah, rumah – kampus). Saat ini pola sharing transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung sudah tidak asing lagi dimana beberapa orang yang berada di suatu area bersama-sama berangkat ke kantor dengan memikul biaya BBM secara bersama atau memberikan uang pengganti kepada pemilik kendaraan yang dikeroyok untuk digunakan.

Bahkan ada yang sudah mulai berinisiatif melakukan email broadcast untuk menyediakan fasilitas sharing transportasi dengan menyebutkan rute -rute perjalanannya hingga pick-up points yang dilalui dengan uang pengganti perbulannya.

Ide sharing transportasi juga dapat dilakukan pada sebuah keluarga dengan cara menginformasikan sebuah rencana perjalanan kepada seluruh anggota keluarga. Bilamana ada rencana perjalanan yang beda sedikit jam perjalanannya maka perjalanan tersebut dapat digabungkan.

Korporasi-korporasi sudah sepatutnya melakukan manajemen sharing transport ini di dalam mengatur perjalanan bisnis mereka.

(kpl/nzr/rd)

Sumber: Otosia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *